Jumat, 22 Juni 2012


OBSERVASI PERPUSTAKAAN 
SMP N 1 MOJOLABAN



KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin... 

Penulis

LATAR BELAKANG MASALAH
                                                                                   
              Pendidikan merupakan suatu proses pembentukan kepribadian manusia. Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia, bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Dalam hal ini SMP N 1 MOJOLABAN memberi fasilitas para siswanya dengan sebuah perpustakaan yang isinya tidak hanya buku-buku pelajaran tapi juga buku-buku non pelajaran yang sifatnya mendukung para siswa untuk mengembangkan bakat-bakat  mereka.

TUJUAN

1.   Menjadikan perpustakaan SMP N 1 MOJOLABAN  semakin maju dalam segi apapun.
2.   Menumbuhkan minat baca para siswa.
3.   Sebagai sumber informasi.

PEMBAHASAN
                                                                                    
Perpustakaan merupakan paru-paru sekolah. Perpustakaan merupakan bagian terpenting dari lembaga pendidikan sebagai tempat kumpulan bahan pustaka. Berkualitas tidaknya murid tergantung perpustakaannya. Sesuai dengan observasi saya di SMP NEGERI 1 MOJOLABAN, yang meliputi struktur organisasi, petugas perpustakaan dan kualifikasinya, fasilitas beserta fungsinya, koleksi, siapa saja yang mengunjungi perpustakaan tersebut,serta denah  perpustakaan tersebut.


Petugas perpustakaan :
Di SMP N 1 MOJOLABAN mempunyai lima orang petugas perpustakaan. Kualifikasi pendidikan mereka bukan dari ilmu perpustakaan. Masing-masing petugas dapat menggunakan internet dengan baik. Petugas Perpustakaan biasanya menggunakan internet untuk kepentingan perpustakaan, seperti mencari buku-buku yang belum ada diperpustakaan SMP N 1 MOJOLABAN yang tentunya mendidik dan menunjang pendidikan dan pengetahuan yang lebih luas tidak hanya untuk siswa tapi juga untuk pengajar di SMP N 1 MOJOLABAN tersebut.
                                                                                       
  Fasilitas perpustakaan :
Di Perpustakaan SMP N 1 MOJOLABAN pengunjung dapat  menikmati fasilitas seperti :
                                       1.    Meja Baca
                                       2.    Rak Buku
                                       3.    Komputer
                                       4.    Fotokopi
                                       5.    Loker
                     
  ► Fungsi fasilitas perpustakaan :
1.   Meja Baca
Berfungsi sebagai tempat membaca bagi pengunjung yang ingin membaca buku ataupun majalah di perpustakaan tersebut.
2.   Rak Buku
Berfungsi sebagai tempat untuk menata buku-buku ataupun majalah yang dimiliki oleh perpustakaan agar terlihat lebih rapi dan tertata. Rak Buku juga  memudahkan pengunjung dalam mencari buku atau majalah yang ingin di baca atau di pinjam.
3.   Fotokopi
Layanan fotokopi disediakan bagi pemustaka yang ingin memfotokopi koleksi yang ada di perpustakaan dengan ketentuan yang berlaku di perpustakaan.
4.   Loker
Layanan loker ini disediakan bagi pemustaka yang ingin menyimpan tas, buku, dan barang-barang lainnya kecuali barang-barang berharga sebelum mereka masuk ke perpustakaan lebih jauh.

Koleksi perpustakaan :
Perpustakaan SMP N 1 MOJOLABAN mempunyai jumlah koleksi  sebanyak 3.777. Dari semua koleksi sebanyak 3.777 tersebut, jenisnya tidak hanya buku-buku pelajaran tapi juga majalah, novel, Koran,dll.
                   
Pengunjung perpustakaan :
Perpustakaan SMP N 1 MOJOLABAN ini tidak hanya dikunjungi oleh siswa saja tapi juga guru-guru maupun karyawan SMP N 1 MOJOLABAN. Rata-rata pengunjung setiap harinya mencapai sekitar 85%. Dan dari 85% pengunjung tersebut 70% diantaranya adalah siswa kelas IX dan sisanya yang 15% adalah siswa kelas VII, kelas VIII dan pengajar ataupu staff. Menurut penuturan Ibu Rohmatun selaku petugas perpustakaan di SMP N 1 MOJOLABAN, kebanyakan pengunjung biasanya meminjam buku pelajaran dan novel.

PENUTUP
           
Secara umum sistem pelayanan perpustakaan di SMP N 1 MOJOLABAN  sudah cukup baik. Untuk lebih memajukan dan mengembangkan perpustakaan tersebut perlu adanya keseimbangan dan kerjasama antara para pengunjung dengan pustakawan dalam memanfaatkan dan menjaga pelayanan yang ada. Sebuah perpustakaan yang ideal menurut saya adalah perpustakaan yang semakin hari semakin berkembang (maju) dalam segi apapun. Misalnya koleksi bahan pustaka, fasilitas, kinerja dan wawasan seorang pustakawan, dan system pelayanan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi.
Untuk menumbuhkan minat baca para siswa diperlukan sistem pelayanan yang baik yaitu pelayanan yang mampu memberikan kenyamanan terhadap pengunjung. Kenyamanan tersebut yaitu dalam hal memberikan informasi, tersedianya bahan pustaka yang lengkap, ruangan dan fasilitas yang memadai, keamanan yang terkendali, serta profesionalisme dan keramahan para pustakawan.


by Dessy Kusumawardany

Kamis, 21 Juni 2012


DAMPAK DAN IMPLIKASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI 
DALAM BIDANG SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI DAN POLITIK


Teknologi komunikasi memberi pengaruh besar terhadap aspek-aspek kehidupan manusia modern. Kalimat tersebut sudah tidak perlu dipungkiri lagi kebenarannya. Dalam berbagai literatur akademik, artikel, maupun penelitian, pengaruh teknologi komunikasi berdampak pada perubahan signifikan di bidang sosial, ekonomi, budaya, serta politik. Perubahan tersebut banyak ditunjukkan dengan efektivitas dan efisiensi. Namun perubahan bidang bidang di atas dengan penggunaan teknologi komunikasi juga turut memberikan dampak negatif dan dilema. Maka sebagai pengguna teknologi komunikasi yang bijak, kita perlu memahami dampak apa saja dan perubahan apa saja yang telah dilakukan oleh teknologi tersebut.

A.    Bidang Sosial dan Budaya


Akibat kemajuan teknologi dalam bidang sosial dan budaya antara lain:a. Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. 
a. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
b. Meningkatnya rasa percaya diriKemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri  sebagai suatu  bangsa  akan  semakin  kokoh.  Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
c. Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras. Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya:
1.   Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
2.  Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
3.   Pola interaksi antar manusia yang berubahKehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.


B.     Bidang Ekonomi

Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain:a. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggib. Terjadinya industrialisasic. Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.d. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.e. Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain;
1.   terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
2.   Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental 

C. Bidang politik

Dampak positif:
a. Timbulnya kelas menengah baru Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
b. Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
c. Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. 
Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.Dampak negatif:
1.       Penggunaan persenjataan canggih untuk menyerang pihak lain demi kekuasaan dan kekayaan.
2.       Terorisme yang semakin merajalela.
3.       Kurangnya privacy suatu negara akibat kerahasiaan yang tidak terjamin dengan semakin canggihnya alat- alat pendeteksi.

by Dessy Kusumawardany/D1810018

Rabu, 20 Juni 2012

"WASPADALAH" miras karna setetes pun akan merusak raga kita


Minuman Keras adalah semacam minuman yang berbahaya dan membahayakan bagi orang yang meminumnya yang didalamnya terdapat beberapa unsure unsure yang memabukkan seperti alcohol dll.
Dewasa ini banyak kalangan remaja atau masyarakat di suatu desa apabila memiliki masalah para remaja zaman sekarang berlari pada minuman keras untuk menyelesaikan masalahnya padahal itu hanya sesaat akan tetapi setelah itu pasti akan timbul masalah baru karena minuman keras hanya alat untuk mendoktrin manusia agar lebih berkuasa dan perusak.
Minuman keras terbagi dalan 3 golongan yaitu:
- Gol. A berkadar Alkohol 01%-05%
- Gol. B berkadar Alkohol 05%-20%
- Gol. C berkadar Alkohol 20%-50%
Beberapa jenis minuman beralkohol dan kadar yang terkandung di dalamnya :
- Bir,Green Sand 1% – 5%
- Martini, Wine (Anggur) 5% – 20%
- Whisky, Brandy 20% -55%.
Efek  Samping Yang Ditimbulkan oleh minuman keras :
Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi alkohol dapat dirasakan segera dalam waktu beberapa menit saja, tetapi efeknya berbeda-beda, tergantung dari jumlah / kadar alkohol yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan relax, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan. mulut rasanya kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. Mungkin pula akan timbul rasa mual. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikit udara segar). Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa kosong, rileks dan “asyik”. Dalam keadaan seperti ini, kita merasa membutuhkan teman mengobrol, teman bercermin, dan juga untuk menceritakan hal-hal rahasia. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah dan tertekan.
Bila dikonsumsi lebih banyak lagi, akan muncul efek sebagai berikut : merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri, tanpa ada perasaan terhambat menjadi lebih emosional ( sedih, senang, marah secara berlebihan ) muncul akibat ke fungsi fisik – motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri. kemampuan mental mengalami hambatan, yaitu gangguan untuk memusatkan perhatian dan daya ingat terganggu.
Adapun cara cara menghindari minuman keras:
1.      Apabila memiliki masalah kita harus lebih bersabar serta dapat menahan diri selain itu banyak berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan konsultasi dengan orang yang lebih berkompeten atau pengalaman.
2.      Upaya lain untuk menghindari hal tersebut yaitu kita harus berkumpul pada orang orang yang tidak menyukai hal hal seperti itu.
3.      Hindari lingkungan yang dapat menjerumuskan ke dalam dunia tersebut
       NB: Buatalah hidupmu lebih bermakna sobat jangan sia siakan hidupmu hanya kenikmatan sesaat bahwasanya semuanya akan di pertanggung jawabkan


Selasa, 19 Juni 2012


Kepemimpinan Transformasional


           
            Teori kepemimpinan transformasional merupakan pendekatan terakhir yang hangat dibicarakan selama dua dekade terakhir ini. Gagasan awal mengenai model kepemimpinan transformasional dikembangkan oleh James McGregor Burns yang menerapkannya dalam konteks politik dan selanjutnya ke dalam konteks organisasional oleh Bernard Bass (Eisenbach, et.al., 1999 seperti dikutip oleh Tjiptono dan Syakhroza, 1999).
Dalam upaya pengenalan lebih dalam tentang konsep kepemimpinan transformasional ini, Bass mengemukakan adanya kepemimpinan transaksional yaitu kepemimpinan yang memelihara atau melanjutkan status quo. Kepemimpinan jenis ini didefinisikan sebagai kepemimpinan yang melibatkan suatu proses pertukaran (exchange process) di mana para pengikut mendapat imbalan yang segera dan nyata untuk melakukan perintah-perintah pemimpin.
Sementara itu kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang dipertentangkan dengan kepemimpinan yang memelihara status quo. Kepemimpinan transformasional inilah yang sungguh-sungguh diartikan sebagai kepemimpinan yang sejati karena kepemimpinan ini sungguh bekerja menuju sasaran pada tindakan mengarahkan organisasi kepada suatu tujuan yang tidak pernah diraih sebelumnya. Para pemimpin secara riil harus mampu mengarahkan organisasi menuju arah baru (Locke, 1997).
Kepemimpinan transformasional didefinisikan sebagai kepemimpinan yang melibatkan perubahan dalam organisasi (dipertentangkan dengan kepemimpinan yang dirancang untuk memelihara status quo). Kepemimpinan ini juga didefinisikan sebagai kepemimpinan yang membutuhkan tindakan memotivasi para bawahan agar bersedia bekerja demi sasaran-sasaran "tingkat tinggi" yang dianggap melampaui kepentingan pribadinya pada saat itu (Bass, 1985; Burns, 1978; Tichy dan Devanna, 1986, seperti dikutip oleh Locke, 1997).
Perhatian orang pada kepemimpinan di dalam proses perubahan (management of change) mulai muncul ketika orang mulai menyadari bahwa pendekatan mekanistik yang selama ini digunakan untuk menjelaskan fenomena perubahan itu, kerap kali bertentangan dengan anggapan orang bahwa perubahan itu justru menjadikan tempat kerja itu lebih manusiawi. Di dalam merumuskan proses perubahan, biasanya digunakan pendekatan transformasional yang manusiawi, di mana lingkungan kerja yang partisipatif, peluang untuk mengembangkan kepribadian, dan keterbukaan dianggap sebagai kondisi yang melatarbelakangi proses tersebut, tetapi di dalam praktek, proses perubahan itu dijalankan dengan bertumpu pada pendekatan transaksional yang mekanistik dan bersifat teknikal, di mana manusia cenderung dipandang sebagai suatu entiti ekonomik yang siap untuk dimanipulasi dengan menggunakan sistem imbalan dan umpan balik negatif, dalam rangka mencapai manfaat ekonomik yang sebesar-besarnya (Bass, 1990; Bass dan Avolio, 1990; Hater dan Bass, 1988, seperti dikutip oleh Hartanto, 1991).
Bass (1990) dalam Hartanto (1991) beranggapan bahwa unjuk kerja kepemimpinan yang lebih baik terjadi bila para pemimpin dapat menjalankan salah satu atau kombinasi dari empat cara ini, yaitu (1) memberi wawasan serta kesadaran akan misi, membangkitkan kebanggaan, serta menumbuhkan sikap hormat dan kepercayaan pada para bawahannya (Idealized Influence - Charisma), (2) menumbuhkan ekspektasi yang tinggi melalui pemanfaatan simbol-simbol untuk memfokuskan usaha dan mengkomunikasikan tujuan-tujuan penting dengan cara yang sederhana (Inspirational Motivation), (3) meningkatkan intelegensia, rasionalitas, dan pemecahan masalah secara seksama (Intellectual Stimulation), dan (4) memberikan perhatian, membina, membimbing, dan melatih setiap orang secara khusus dan pribadi (Individualized Consideration). Pemimpin yang seperti ini akan dianggap oleh rekan-rekan atau bawahan mereka sebagai pemimpin yang efektif dan memuaskan.

Ide Pokok
Kelebihan :
            Walaupun penelitian mengenai model transformasional ini termasuk relatif baru, beberapa hasil penelitian mendukung validitas keempat dimensi yang dipaparkan oleh Bass dan Avilio di atas. Banyak peneliti dan praktisi manajemen yang sepakat bahwa model kepemimpinan transformasional merupakan konsep kepemimpinan yang terbaik dalam menguraikan karakteristik pemimpin (Sarros dan Butchatsky 1996). Konsep kepemimpinan transformasional ini mengintegrasikan ide-ide yang dikembangkan dalam pendekatan-pendekatan watak(trait), gaya(style) dan kontingensi, dan juga konsep kepemimpinan transformasional menggabungkan dan menyempurnakan konsep-konsep terdahulu yang dikembangkan oleh ahli-ahli sosiologi (seperti misalnya Weber 1947) dan ahli-ahli politik (seperti misalnya burns 1978). Beberapa ahli manajemen menjelaskan konsep-konsep kepemimpinan yang mirip dengan kepemimpinan transformasional sebagai kepemimpinan yang karismatik, inspirasional dan yang mempunyai visi (visionary). Meskipun terminologi yang digunakan berbeda, namun fenomena-fenomena kepemimpinan yang digambarkan dalam konsep-konsep tersebut lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya. Sarros dan Butchatsky (1996) menyebut kepemimpinan transformasional sebagai penerobos (breakthrough leadership). Disebut sebagai penerobos karena pemimpin semacam ini mempunyai kemampuan untuk membawa perubahan-perubahan yang sangat besar terhadap individu-individu maupun organisasi dengan jalan memperbaiki kembali (reinvent) karakter diri individu-individu dalam organisasi ataupun perbaikan organisasi, memulai proses dan nilai-nilai organisasi agar lebih baik dan lebih relevan, dengan cara-cara yang menarik dan menantang bagi semua pihak yang terlibat, dan mencoba untuk merealisasikan tujuan-tujuan organisasi yang selama ini dianggap tidak mungkin dilaksanakan. Pemimpin penerobos memahami pentingnya perubahan-perubahan yang mendasar dan besar dalam kehidupan dan pekerjaan mereka dalam mencapai hasil-hasil yang diinginkannya. Pemimpin penerobos mempunyai pemikiran yang metanoia, dan dengan bekal pemikiran ini sang pemimpin mampu memciptakan pergeseran paradigma untuk mengembangkan praktek-praktek organisasi yang sekarang dengan yang lebih baru dan lebih relevan. Metanoia berasal dari kata Yunani, meta yang berarti perubahan, dan nous/noos yang berarti pikiran. Dengan perkembangan globalisasi ekonomi yang makin nyata, kondisi di berbagai pasar dunia makin ditandai dengan kompetisi yang sangat tinggi (hyper-competition). Tiap keunggulan daya saing perusahaan yang terlibat dalam permainan global (global game) menjadi bersifat sementara (transitory). Oleh karena itu, perusahaan sebagai pemain dalam permainan global harus terus menerus mentransformasi seluruh aspek manajemen internal perusahaan agar selalu relevan dengan kondisi persaingan baru. Pemimpin transformasional dianggap sebagai model pemimpin yang tepat dan yang mampu untuk terus-menerus meningkatkan efisiensi, produktifitas, dan inovasi usaha guna meningkatkan daya saing dalam dunia yang lebih bersaing.

Kelemahan :                                                                                                      
 kepemimpinan transformasional dikritik kekurangan keprihatinan bagi moralitas dan etika. Sebagai contoh, Bass dan Steidlmeier (1999) mengkritik kepemimpinan transformasional pseudo dan menyarankan bahwa kepemimpinan transformasional otentik harus benar untuk diri sendiri dan orang lain dan harus didasarkan pada nilai-nilai etika dan pondasi moral.Sankar (2003) menyarankan bahwa karakter pemimpin didasarkan pada nilai-nilai seperti integritas, kepercayaan, martabat manusia, yang mempengaruhi Visi pemimpin, etika, dan perilaku, daripada karisma, harus menjadi ukuran kritis keunggulan kepemimpinan. Graham (1991) mengkritik bahaya moral atau tidak adanya moral perlindungan kepemimpinan karismatik dan pengikut mungkin tidak ingin menjadi "intelektual dirangsang, "dan tidak ada pembenaran diberikan dalam 'model Bass seperti mengapa orang harus dikembangkan lebih jauh dari mereka benar-benar ingin. Tidak ada dalam kepemimpinan transformasional Model mengatakan pemimpin harus melayani pengikut untuk kebaikan pengikut. Meskipun kemudian etika / moral berdasarkan teori kepemimpinan, seperti kepemimpinan dan hamba pelayanan yang membuat pengorbanan diri untuk melayani pengikut dan kebaikan bersama, mengaku sebagai pengikut-teori kepemimpinan yang berpusat dan pergi di luar kepemimpinan transformasional (berdasarkan teori kepemimpinan-nilai) dengan menambahkan moral atau etika dimension masih belum jelas apakah kepentingan pribadi, egoisme, atau altruisme pada bagian dari pemimpin tidak hadir atau tidak (Avolio & Locke, 2002; Yukl, 1999). Yukl, 1999). Artinya, motif di balik perilaku pemimpin harus memainkan peran mendasar dalam proses kepemimpinan tetapi diabaikan dalam teori-teori kepemimpinan yang masih ada.

Penerapannya terhadap perpustakaan SMP N 1 Mojolaban
Kepemimpinan transformasional sangat cocok jika diterapkan di perpustakaan SMP N 1 Mojolaban, karena pemimpin semacam ini mempunyai kemampuan untuk membawa perubahan-perubahan yang sangat besar terhadap individu-individu maupun organisasi dengan jalan memperbaiki kembali (reinvent) karakter diri individu-individu dalam organisasi ataupun perbaikan organisasi, memulai proses dan nilai-nilai organisasi agar lebih baik dan lebih relevan, dengan cara-cara yang menarik dan menantang bagi semua pihak yang terlibat, dan mencoba untuk merealisasikan tujuan-tujuan organisasi yang selama ini dianggap tidak mungkin dilaksanakan. Pemimpin penerobos memahami pentingnya perubahan-perubahan yang mendasar dan besar dalam kehidupan dan pekerjaan mereka dalam mencapai hasil-hasil yang diinginkannya. Pemimpin penerobos mempunyai pemikiran yang metanoia, dan dengan bekal pemikiran ini sang pemimpin mampu memciptakan pergeseran paradigma untuk mengembangkan praktek-praktek organisasi yang sekarang dengan yang lebih baru dan lebih relevan.