Kegiatan
membaca sangat penting bagi masyarakat, karena dengan membaca kita dapat
menemukan wawasan baru. Kita akan menemukan banyak hal-hal baru di dalam sebuah
bahan bacaan, hal-hal yang belum pernah kita ketahui, bahkan hal-hal yang
sebelumnya tidak pernah kita bayangkan. Kegiatan membaca juga dapat
mencerdaskan intelektual, spiritual, emosional, dan kepercayaan diri seseorang.
Hal ini sesuai dengan tujuan Undang-Undang Dasar 1945 pada alenia IV yaitu
mencerdaskan kehidupan bangsa.
Poster
- Dedy Setiawan (D1810016) (10)
- Dessy Kusumawardany (D1810018) (10)
- Dody Setiawan (D1810022) (10)
- Palupi Marasiwi (D1810072) (6)
- Royyan Alfiyanto (D1810084) (10)
Tampilkan postingan dengan label Palupi Marasiwi (D1810072). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palupi Marasiwi (D1810072). Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Juni 2012
MINAT BACA MASYARAKAT HARUS DITINGKATKAN
Untuk menumbuhkan minat baca pada
masyarakat akan mudah bila ada sarananya
yaitu buku yang akan dibaca misalnya di perpustakaan. Dengan demikian, maka
diharapkan pemerintah perlu menyediakan bahan bacaan yang cukup bagi masyarakat
sampai ke tingkat desa bahkan RT/RW. Seharusnya hal ini sudah menjadi salah
satu kewajiban pemerintah untuk mencerdaskan bangsa.
Pemerintah perlu membangun dan
mengembangkan perpustakaan di setiap desa/ kelurahan. Dengan adanya
Perpustakaan Desa/Kelurahan diharapkan akan tercipta minat baca dan
semangat belajar bagi masyarakat dan para remaja yang tidak dapat melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta memotivasi mereka untuk dapat
terus belajar melalui buku-buku dan informasi yang ada di perpustakaan
sesuai dengan bidang-bidang yang diminati.
Agar Perpustakaan Desa/Kelurahan
dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, maka pemerintah perlu
mengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan secara profesional menurut sistem dan
ketentuan umum yang berlaku dalam ruang lingkup pengembangan, pembinaan dan
pemberdayaan perpustakaan. Hal ini dimaksudkan agar tercapai keseragaman dalam
pengelolaan dan pelaksanaan layanan Perpustakaan Desa/Kelurahan.
Komponen pembiayaan (anggaran)
Perpustakaan Desa/Kelurahan seperti masalah pengadaan ketenagaan perpustakaan,
pengadaan perabot dan kelengkapan koleksi bahan pustaka sudah menjadi wewenang dan tanggungiawab Pemerintah Daerah
serta masyarakat setempat. Oleh karena itu, pemerintah perlu menganggarkan
lewat APBN/APBD untuk pengadaan perpustakaan di setiap desa/kelurahan.
Masyarakat perlu meningkatkan
minat bacanya melalui Perpustakaan Desa/Kelurahan. Perpustakaan desa dapat
dipandang sebagai basis pemasyarakatan perpustakaan di tengah-tengah
masyarakat, karena kebutuhan masyarakat
akan informasi atau buku bisa langsung dipenuhi oleh perpustakaan desa tanpa
harus pergi ke perpustakaan umum di pusat kota. Dengan memanfaatkan waktu luang
untuk membaca akan tercipta masyarakat yang kreatif, dinamis, produktif dan
mandiri. Keberhasilan masyarakat di berbagai bidang misalnya pertanian,
perikanan, peternakan, perindustrian dan pemasaran bisa diperoleh dari hal yang
paling kecil yaitu membaca.
Kemajuan Dalam Penelusuran Informasi
Penelusuran
Informasi atau Temu kembali informasi adalah proses penemuan kembali informasi
atau data yang dibutuhkan pemakai yang telah disimpan dalam suatu sistem
informasi atau dalam suatu pangkalan data.
Sebelum adanya
penerapan teknologi informasi, penelusuran informasi dilakukan dengan
menggunakan cara-cara manual, tanpa bantuan komputer. Misalnya petugas akan
mencari data tentang SK Gubernur tentang
penataan wilayah Tambaklorok; Caranya tentunya dicari dalam buku agenda,
kemudian dicari dalam map atau ordner.
Kalau misalnya pemakai mencari suatu judul buku atau artikel tentang sejarah kota Semarang
di perpustakaan atau di pusat informasi, maka dia akan mencari melalui katalog
subjek di almari katalog. Sarana-sarana
penelusuran manual yang digunakan yaitu : Katalog, Indeks, dan bibliografi.
Seiring
dengan kemajuan teknologi informasi, dan penerapannya di bidang komputer,
maka penelusuran informasi mengalami
berbagai peningkatan pula. Orang tidak lagi puas dengan cara-cara tradisional
mencari literatur dengan cara-cara manual, tetapi mulai mencari sarana-sarana untuk mempercepat penelusuran
yaitu dengan sarana elektronis. Sarana elektronis yang dimaksud di sini yaitu
komputer dan perangkat lunak dan mungkin ditambah telephone dan modem.
Setelah
perang dunia kedua ilmu pengetahuan
berkembang dengan pesat dan mengakibatkan ledakan jumlah literatur ilmiah.
Demikian pula kemajuan dalam layanan informasi. Pemakai sudah tidak sabar
melakukan penelusuran menggunakan cara-cara menual dengan melihat katalog dan
indeks. Untuk bisa mendapatkan informasi, para ilmuwan sudah banyak yang
mencari sarana penelusuran yang lebih cepat melalui komputer baik yang ada
dalam Pangkalan Data Lokal, atau yang dikemas dalam bentuk CD-ROM, maupun
melalui internet.atau yang dulu dikenal dengan nama Online Searching.
Jadi yang
dimaksud Penelusuran Informasi secara Elektronis yaitu penemuan kembali informasi yang dibutuhkan
pemakai dalam suatu pangkalan data atau sistem informasi (baik itu
perpustakaan, pusat informasi, maupun pusat dokumentasi) dengan menggunakan
sarana-sarana elektronis.
Dalam perkembangan berikutnya, ada
tiga macam sarana dalam Penelusuran informasi secara elektronis, yaitu :
1. Menggunakan
Pangkalan Data Lokal
Definisi
pangkalan data lokal secara mudah adalah
tempat berpangkal nya semua data yang ada di dalam lembaga informasi
atau sistem informasi setempat. Jadi penelusuran dengan pangkalan data lokal
berarti menemukan kembali informasi atau
data yang ada di lembaga informasi setempat, atau yang dimiliki oleh
lembaga tersebut.
2. Menggunakan CD-ROM
CD-ROM singkatan dari Compact Disk Read
Only Memory. CD ROM adalah bentuk
penerapan teknologi piringan optis dimana data disimpan secara digital dalam
medium sekali sekali tulis. CD-ROM berdiameter 12 cm, tebal 1.2 mm. Kapasitas
simpan 500-600 mega byte, atau sama dengan 1500 floppy disk, atau sama dengan
275 000 halaman.
3. Menggunakan
jaringan Wide Area Network, atau yang banyak dikenal melalui Internet.
Dengan adanya kemajuan teknologi
informasi orang dapat mencari informasi langsung dari pusat Pembuat Pangkalan
Data (Vendor) dengan bantuan komputer dan sarana telekomunikasi. Yang dimaksud
dengan penelusuran terpasang adalah mencari informasi langsung ke sumber data
di manapun berada dengan menggunakan telepon dan komputer serta Jaringan
Perantara. Pada awal mula penelusuran
terpasang, sebelum ada internet, pencari informasi harus mengakses langsung ke
Vendor/Host atau penyedia layanan jasa penelusuran terpasang seperti DIALOG,
ORBIT, MEDLARS, dan sebagainya. Biaya yang diperlukan sangat mahal karena
dihitung per detik, ditambah biaya penyambungan internasional. Kini pemakai bisa lebih mudah mengakses ke
pangkalan-pangkalan data tsb. karena
adanya Internet. Pemakai tidak lagi dibebani biaya penyambungan telepon
internasional, tetapi dengan biaya lokal.
Dengan
menggunakan sarana-sarana elektronis pekerjaan melayani pemakai untuk
mendapatkan informasi yang dibutuhkannya menjadi lebih cepat. Oleh karena itu
pustakawan atau spesialis informasi harus mau meningkatkan diri belajar menggunakan sarana sarana tsb. dengan
mengikuti pelatihan-pelatihan, atau belajar mandiri. Dengan cara ini pustakawan
akan dihargai setara dengan ahli-ahli lain.
Semoga
bermanfaat ya teman-teman…..
Senin, 28 Mei 2012
Penelusuran Informasi
Sebuah informasi dikatakan baik apabila informasi tersebut disampaikan
secara akurat, tepat waktu, dan relevan. Informasi yang akurat berarti
informasi harus jelas mencerminkan maksudnya, tidak bias atau menyesatkan
karena penyampaian yang tidak benar sehingga dapat merubah atau merusak
informasi tersebut. Informasi yang disampaikan ke penerima juga harus tepat
pada waktunya, tidak boleh terlambat. Informasi yang usang tidak akan mempunyai
nilai lagi, karena informasi merupakan landasan pengambilan keputusan. Sebuah
informasi yang disampaikan harus relevan atau mempunyai manfaat untuk
pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap orang berbeda-beda. Informasi
kenaikan harga pupuk urea sangat relevan untuk para petani daripada pelajar,
sebaliknya informasi laporan skripsi S1 harus dimasukkan dalam e-jurnal tidak
akan relewan untuk para petani, lebih relevan untuk kaum pelajar.
Informasi sangat penting di perpustakaan. Informasi mempunyai peranan
penting dalam pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan sepanjang masa. Pada
saat ini semua tindakan yang dilakukan masyarakat harus dilandasi berdasarkan
data dan fakta agar berhasil guna dan berdaya guna. Perpusatakaan merupakan
tempat menyimpan informasi dan penyedia
jasa informasi dalam bentuk layanan perpustakaan.
Yang dimaksud penelusuran informasi adalah kegiatan menelusur kembali
seluruh atau sebagian informasi yang pernah ditulis atau diterbitkan melalui
sarana temu kembali informasi yang tersedia. Sedangkan strategi penelusuran
adalah penelusuran yang dilakukan secara sistematis , yang meliputi cara-cara
bagaimana menggunakan kata kunci (key
word), frase, subjek dokumen, menggunakan logika Boolean serta
fasilitas-fasilitas penelusuran lain yang tersedia pada masing-masing search engine.
Berdasarkan jenisnya,
terdapat dua jenis penelusuran informasi yaitu penelusuran informasi secara
konvensional dan digital. Penelusuran informasi konvensional dilakukan dengan
cara-cara manual seperti menggunakan kartu catalog, kamus, ensiklopedi,
bibliografi, indeks, dan sebagainya. Sedangkan penelusuran informasi secara
digital dilakukan dengan melalui media digital seperti melalui OPAC, search
engine di internet, database online, dan informasi lain yang tersedia secara
elektronik atau digital.
Dalam melakukan penelusuran informasi tidak selamanya berjalan lancar. Ada bebarapa kendala/ hambatan dalam menelusur informasi.
Beberapa sumber informasi yang didapat harus perlu dievaluasi, dikarenakan
tidak semua sumber informasi akurat dan sesuai dengan kebutuhan. Sumber
informasi yang ditelusur secara digital sumbernya tidak terorganisir seperti di
perpustakaan, sehingga informasi yang tersampaikan terkadang akan berubah makna
dan akan menimbulkan suatu permasalahan.
Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam penelusuran informasi, kita
harus jeli mengevaluasi setiap hasil pencarian tersebut. Kriteria evaluasi
sumber informasi tersebut meliputi otoritas, isi, navigasi, dan
kemutakhirannya. Perhatikan apakah penulisnya/ sumbernya jelas dapat dipercaya,
tujuan dan sasaran penggunanya tepat, cakupan topiknya jelas, tata letak
halamannya baik dan mudah dibaca, apakah tersedia hyperlink ke halaman lain
atau topik tertentu, apakah informasi tersebut selalu direvisi. Apabila
informasi yang kita dapatkan tidak sesuai dengan kriteria evaluasi tersebut,
sebaiknya informasi tersebut tidak digunakan untuk mengambil suatu keputusan
karena informasi yang tidak akurat dapat merubah atau merusak isi informasi
yang disampaikan.
Minggu, 27 Mei 2012
Layanan Pemakai Perpustakaan
Layanan Pemakai Perpustakaan
Senin, 28 Mei 2012
Oleh: Palupi
Marasiwi
Definisi Pelayanan Pemakai
Salah
satu kegiatan utama perpustakaan adalah melaksanakan kegiatan pelayanan pemakai
yang berupa layanan bahan pustaka dan menyebarluaskan informasi yang dimiliki
oleh perpustakaan tersebut. Melalui pelayanan perpustakaan tersebut pengguna
akan memperoleh informasi secara optimal serta memanfaatkan berbagai sarana penelusuran
yang tersedia, seperti katalog dan OPAC (Online Public Access Cataloging).
Layanan
pemakai merupakan media penting bagi para pengelola perpustakaan untuk
memberikan kemudahan kepada pemakai dalam memperoleh informasi yang mereka
inginkan dan butuhkan. Layanan yang baik merupakan asset penting dalam dunia
pelayanan perpustakaan. Pelayanan pemakai memiliki konsep bahwa dengan mengerti
dan memenuhi kebutuhan pemakai maka perpustakaan dapat meningkatkan kualitas
layanannya, meningkatkan permintaan layanan dan membangun reputasi yang pada
akhirnya akan membantu membangun kelanggengan pemakai dan merupakan sumbangan
besar bagi penyelenggaraan berbagai program perpustakaan.
Layanan
pemakai merupakan suatu filsafat yang lebih dari sekedar “client-responsiveness” maupu “client-focus”.
Client focus biasanya hanya dikaitkan dengan bimbingan dan layanan
perpustakaan konvensional yang hanya menyediakan bahan pustaka agar dibaca
pemakai perpustakaan. Sementara itu client-responsiveness berarti lebih
memberikan layanan saat diperlukan oleh pemakai. Layanan pemakai seharusnya
member jangkauan yang cukup luas dan mencakup segala sesuatu yang terjadi di
dalam dan sekitar perpustakaan mulai dari cara staff menyambut pemakai yang
datang ke perpustakaan, sampai suasana dan tata ruang bagian depan pelayanan
perpustakaan, sampai cara staff menangani permintaan dan kebutuhan informasi
dan keluhan atas pelayanan yang kurang baik.
Layanan
pemakai juga dapat diartikan memberikan bantuan kepada pemakai guna
meningkatkan kepuasan mereka terhadap pelayanan yang diberikan oleh
perpustakaan. Hal ini didasarkan pada perhatian yang terus menerus terhadap
pemakai dan pada desain layanan. Layanan pemakai juga berarti staff menaruh
perhatian terhadap keputusan dan keinginan pemakai dan pemakai berhak dihormati
oleh staff.
Salah
satu kegiatan utama perpustakaan adalah melaksanakan kegiatan pelayanan pengguna
yang berupa layanan bahan pustaka dan menyebarluaskan informasi yang dimiliki
oleh perpustakaan tersebut. Melalui pelayanan perpustakaan tersebut pengguna
akan memperoleh informasi secara optimal serta memanfaatkan berbagai sarana penelusuran
yang tersedia, seperti katalog dan OPAC (Online Public Access Cataloging).
Tujuan Pelayanan Pemakai
Pelayanan
pemakai merupakan bagian penting dalam suatu perpustakaan. Menurut pendapat
Lasa, H.S ( 1994: 2 ), tujuan pelayanan pengguna adalah:
a. Supaya
mereka mampu memanfaatkan koleksi tersebut semaksimal mungkin.
b. Mudah
diketahui siapa yang meminjam koleksi tertentu, dimana alamatnya serta kapan
koleksi itu harus kembali. Dengan demikian apabila koleksi itu diperlukan
peminat lain, akan segera dapat diketahui alamat peminjam dan dinantikan pada
waktu pengembalian.
c. Terjamin
pengembalian peminjam dalam waktu yang jelas. Dengan demikian keamanan bahan
pustaka akan terjamin.
d. Diperoleh
data kegiatan perpustakaan terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan koleksi.
e. Apabila
terjadi pelanggaran akan diketahui.
Dari uraian di atas, dapat
disimpulkan bahwa tujuan pelayanan pemakai adalah untuk memberikan pelayanan
kepada pengguna perpustakaan dalam hal mendayagunakan semua fasilitas yang
tersedia di perpustakaan. Fasilitas yang dimaksud adalah semua koleksi yang
dimiliki perpustakaan dan tenaga kerja dari staf perpustakaan untuk memperoleh
informasi yang dicari.
Fungsi Pelayanan
Pemakai
Dalam buku Pedoman Perguruan Tinggi
Depdikbud (2004: 3), menyatakan bahwa perputakaan adalah sebagai tempat
mengumpulkan, melestarikan, mengolah, menyediakan, pemanfaatan menyebarluaskan
informasi.
Fungsi pelayanan pemakai adalah membantu
pemakai perpustakaan atau pemustaka untuk menemukan informasi atau sumber
informasi yang dibutuhkan oleh pemakai perpustakaan.
Jenis Pelayanan Pemakai
Layanan pemakai perpustakaan dibagi
menjadi dua, meliputi:
1. Jasa
Layanan Inti.
a. Pelayanan
sirkulasi
Layanan ini memberikan kepada pemustaka untuk
meminjam bahan perpustakaan untuk dibawa ke luar perpustakaan. Proses pelayanan
sirkulasi meliputi kegiatan sebagai berikut:
-
Peminjaman
-
Pengembalian
-
Perpanjangan
-
Mencatat pemesanan
-
Penagihan
-
Pemberian sanksi
-
Memberikan keterangan bebas pinjam
b. Layanan
referensi
Pada umumnya pelayanan referansi banyak terdapat
diperpustakaan perpustakaan yang dapat memberikan penjelasan informasi dalam
hal tertentu. Tujuan pelayanan referensi yang di kemukakan oleh Lasa, H.S
(1994: 34) sebagai berikut:
a. Membimbing
pengguna jasa perpustakaan agar dapat memanfaatkan semaksimal mungkin koleksi
yang dimiliki suatu perpustakaan. Mereka diharapkan mampu dalam menggunakan
sumber informasi tersebut.
b. Memilih
sumber rujukan yang lebih tepat untuk menjawab pertanyaan dalam bidang
tertentu.
c. Memberikan
pengarahan kepada pengguna untuk memperluas wawasan mereka dalam suatu topik,
subjek, karena penjelasan suatu masalah diberikan oleh beberapa sumber dengan
gaya yang berbeda.
d. Mendaya
gunakan sumber rujukan semaksimal mungkin dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
e. Terciptanya
efisiensi tenaga, biaya, dan waktu .
2. Jasa
Layanan Pelengkap
Layanan ini merupakan
layanan yang diberikan kepada pemakai sebagai pelengkap fungsi perpustakaan
agar pemakai merasa puas dan nyaman dalam memanfaatkan perpustakaan. Layanan
ini meliputi:
a. Informasi
b. Konsultasi
c. Order
taking (permintaan pemakai)
d. Hospitality
(layanan jasa yang berkaitan dengan fasilitas peprustakaan)
e. Care
taking (keamanan)
f. Exeptions
(pujian ataupun complaint yang menyangkut tentang kepuasan pemakai dan
berhubungan dengan kesulitan-kesulitan atau masalah-masalah yang timbul pada
staff perpustakaan.
g. Billing
(laporan/ data keuangan)
h. Pembayaran
(pembayaran yang menyangkut pemakai)
Secara singkat dapat dikatakan bahwa
layanan perpustakaan yang berkualitas merupakan suatu keharusan dalam
memberikan layanan kepada pemustaka/ pengguna perpustakaan. Dengan layanan yang
berkualitas dan memuaskan pemakai, perpustakaan akan dapat meningkatkan
perpsepsi positif terhadap perpustakaan dan menjaga atau meningkatkan daya
pakai perpustakaan.
Label:
Palupi Marasiwi (D1810072)
Lokasi:
Solo, Indonesia
Minggu, 29 April 2012
Tergeserkah peran pustakawan oleh search engine?
Pustakawan merupakan profesi yang bergerak dalam bidang informasi, tugas sebagai seorang pustakawan adalah mengumpulkan, menelusuri dan menyajikan informasi yang akan di gunakan pengguna perpustakaan. begitu pula dengan search engine, tugas dari search engine juga mengumpulkan, menelusuri dan menyajikan informasi. Tetapi Search engine lebih unggul dalam pencarian informasi karena menggunakan mesin yang memiliki keunggulan dalam pencarian informasi. dan pustakawan hanya menggunakan cara manual dan mungkin harus memerlukan bantuan search engine.
di sinilah yang akan menimbulkan pertanyaan? akankah pustakawan tergeser oleh search engine???
Menurut saya:
Keberadaan search engine tidak akan menggeser pustakawan karena referensi yang di sajikan dari internet tidak semuanya bisa di pertanggung jawabkan. pemakai perpustakaan masih tetap akan mencari bantuan pustakawan untuk menemukan referensi bahan pustaka. adanya search engine justru akan membantu kinerja pustakawan. pustakawan yang mengerti iptek akan memanfaatkan teknologi ini.
Posted by: Palupi Marasiwi (D1810072)
Jumat, 27 April 2012
Resensi film The Librarian Return to King Solomon's Mines
Title : The Librarian Return to King Solomon's Mines
Release : 28/07/2011
Genre : Adventure
Director(s) : Jonathan Frakes
Producer(s) : Michael S.Murphey, Noah Wyle
Main cast(s) : - Noah Wyle
- Gabrielle Anwar
Sinopsis : Setelah mendapatkan Tengkorak Kristal di Utah, Flynn Carsen menerima sebuah peta berisikan lokasi rahasia tambang Raja Solomon. Ketika peta itu dicuri, Judson menjelaskan kekuatan Kunci buku Solomon dan menugaskan Flynn mengambil kembali peta tersebut. Peta itu tak berguna tanpa potongan kunci untuk membukanya, yang terletak di Volubilis dekat reruntuhan Roma di Moroko. Flynn menuju Casablanca dimana dia dikejar oleh tentara bayaran yang dipimpin Jendral Samir, yang juga mengincar lokasi tambang tersebut. Flynn bergabung dengan Profesor Emily Davenport dan melarikan diri dari Jendral Samir dan pasukannya. Ketika dalam perjalanan ke Gedi, mereka menyelamatkan Jomo dari kematian dan bersama mereka menghadapi petualangan berbahaya Afrika.
Pendapat saya: Perpustakaan yang baik dalam era teknologi komunikasi adalah perpustakaan yang mampu menyediakan pelayanan berbasis teknologi kepada pengunjung agar pengunjung bisa dapat lebih cepat dan mudah dalam mengakses informasi dalam perpustakaan tersebut.
Pustakawan dalam perpustakaan juga harus memiliki ketrampilan yang beragam agar dapat mengikuti perkembangan jaman yang menglobalisasi ini.
Posted by: Palupi Marasiwi (D1810072)
Langganan:
Postingan (Atom)



