Tampilkan postingan dengan label Palupi Marasiwi (D1810072). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palupi Marasiwi (D1810072). Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juni 2012

MINAT BACA MASYARAKAT HARUS DITINGKATKAN



Kegiatan membaca sangat penting bagi masyarakat, karena dengan membaca kita dapat menemukan wawasan baru. Kita akan menemukan banyak hal-hal baru di dalam sebuah bahan bacaan, hal-hal yang belum pernah kita ketahui, bahkan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan. Kegiatan membaca juga dapat mencerdaskan intelektual, spiritual, emosional, dan kepercayaan diri seseorang. Hal ini sesuai dengan tujuan Undang-Undang Dasar 1945 pada alenia IV yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
            Minat baca masyarakat Indonesia secara keseluruhan masih rendah.  Rendahnya minat baca ini tidak hanya menjangkiti para pelajar dan mahasiswa, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat umum di pedesaan maupun di kota. Hal ini dikarenakan budaya kita yang tidak mendukung minat baca, kekurangpedulian dari pihak-pihak yang berwenang (seperti Pemerintah Daerah atau pimpinan lembaga pendidikan), serta daya beli masyarakat yang rendah sehingga buku tidak menjadi kebutuhan prioritas. Masyarakat sekarang tampaknya lebih cenderung memperoleh berbagai informasi dengan mengandalkan indra pendengaran dan penglihatannya, seperti melalui radio dan televisi.
Untuk menumbuhkan minat baca pada masyarakat  akan mudah bila ada sarananya yaitu buku yang akan dibaca misalnya di perpustakaan. Dengan demikian, maka diharapkan pemerintah perlu menyediakan bahan bacaan yang cukup bagi masyarakat sampai ke tingkat desa bahkan RT/RW. Seharusnya hal ini sudah menjadi salah satu kewajiban pemerintah untuk mencerdaskan bangsa.
Pemerintah perlu membangun dan mengembangkan perpustakaan di setiap desa/ kelurahan. Dengan adanya Perpustakaan Desa/Kelurahan diharapkan akan tercipta   minat baca dan semangat belajar bagi masyarakat dan para remaja yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta memotivasi mereka untuk dapat terus belajar melalui  buku-buku dan informasi yang ada di perpustakaan sesuai  dengan bidang-bidang yang diminati.
Agar Perpustakaan Desa/Kelurahan dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, maka pemerintah perlu mengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan secara profesional menurut sistem dan ketentuan umum yang berlaku dalam ruang lingkup pengembangan, pembinaan dan pemberdayaan perpustakaan. Hal ini dimaksudkan agar tercapai keseragaman dalam pengelolaan dan pelaksanaan layanan Perpustakaan Desa/Kelurahan.
Komponen pembiayaan (anggaran) Perpustakaan Desa/Kelurahan seperti masalah pengadaan ketenagaan perpustakaan, pengadaan perabot dan kelengkapan koleksi bahan pustaka sudah menjadi  wewenang dan tanggungiawab Pemerintah Daerah serta masyarakat setempat. Oleh karena itu, pemerintah perlu menganggarkan lewat APBN/APBD untuk pengadaan perpustakaan di setiap desa/kelurahan.
Masyarakat perlu meningkatkan minat bacanya melalui Perpustakaan Desa/Kelurahan. Perpustakaan desa dapat dipandang sebagai basis pemasyarakatan perpustakaan di tengah-tengah masyarakat, karena kebutuhan  masyarakat akan informasi atau buku bisa langsung dipenuhi oleh perpustakaan desa tanpa harus pergi ke perpustakaan umum di pusat kota. Dengan memanfaatkan waktu luang untuk membaca akan tercipta masyarakat yang kreatif, dinamis, produktif dan mandiri. Keberhasilan masyarakat di berbagai bidang misalnya pertanian, perikanan, peternakan, perindustrian dan pemasaran bisa diperoleh dari hal yang paling kecil yaitu membaca.

Kemajuan Dalam Penelusuran Informasi



Penelusuran Informasi atau Temu kembali informasi adalah proses penemuan kembali informasi atau data yang dibutuhkan pemakai yang telah disimpan dalam suatu sistem informasi atau dalam suatu pangkalan data.
Sebelum adanya penerapan teknologi informasi, penelusuran informasi dilakukan dengan menggunakan cara-cara manual, tanpa bantuan komputer. Misalnya petugas akan mencari data tentang  SK Gubernur tentang penataan wilayah Tambaklorok; Caranya tentunya dicari dalam buku agenda, kemudian dicari dalam map atau ordner. Kalau misalnya pemakai mencari suatu judul buku atau artikel tentang sejarah kota Semarang di perpustakaan atau di pusat informasi, maka dia akan mencari melalui katalog subjek  di almari katalog. Sarana-sarana penelusuran manual yang digunakan yaitu : Katalog, Indeks, dan bibliografi.
Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, dan penerapannya di bidang komputer, maka  penelusuran informasi mengalami berbagai peningkatan pula. Orang tidak lagi puas dengan cara-cara tradisional mencari literatur dengan cara-cara manual, tetapi mulai mencari  sarana-sarana untuk mempercepat penelusuran yaitu dengan sarana elektronis. Sarana elektronis yang dimaksud di sini yaitu komputer dan perangkat lunak dan mungkin ditambah telephone dan modem.
Setelah perang dunia kedua ilmu  pengetahuan berkembang dengan pesat dan mengakibatkan ledakan jumlah literatur ilmiah. Demikian pula kemajuan dalam layanan informasi. Pemakai sudah tidak sabar melakukan penelusuran menggunakan cara-cara menual dengan melihat katalog dan indeks. Untuk bisa mendapatkan informasi, para ilmuwan sudah banyak yang mencari sarana penelusuran yang lebih cepat melalui komputer baik yang ada dalam Pangkalan Data Lokal, atau yang dikemas dalam bentuk CD-ROM, maupun melalui internet.atau yang dulu dikenal dengan nama Online Searching.
Jadi yang dimaksud Penelusuran Informasi secara Elektronis yaitu  penemuan kembali informasi yang dibutuhkan pemakai dalam suatu pangkalan data atau sistem informasi (baik itu perpustakaan, pusat informasi, maupun pusat dokumentasi) dengan menggunakan sarana-sarana elektronis.
            Dalam perkembangan berikutnya, ada tiga macam sarana dalam Penelusuran informasi secara elektronis, yaitu :
1.      Menggunakan Pangkalan Data Lokal
Definisi pangkalan data lokal secara mudah adalah  tempat berpangkal nya semua data yang ada di dalam lembaga informasi atau sistem informasi setempat. Jadi penelusuran dengan pangkalan data lokal berarti  menemukan kembali informasi atau data yang ada di lembaga informasi setempat, atau yang dimiliki oleh lembaga  tersebut.
2.      Menggunakan  CD-ROM
         CD-ROM singkatan dari Compact Disk Read Only Memory.  CD ROM adalah bentuk penerapan teknologi piringan optis dimana data disimpan secara digital dalam medium sekali sekali tulis. CD-ROM berdiameter 12 cm, tebal 1.2 mm. Kapasitas simpan 500-600 mega byte, atau sama dengan 1500 floppy disk, atau sama dengan 275 000 halaman.
3.      Menggunakan jaringan Wide Area Network, atau yang banyak dikenal melalui  Internet.
         Dengan adanya kemajuan teknologi informasi orang dapat mencari informasi langsung dari pusat Pembuat Pangkalan Data (Vendor) dengan bantuan komputer dan sarana telekomunikasi. Yang dimaksud dengan penelusuran terpasang adalah mencari informasi langsung ke sumber data di manapun berada dengan menggunakan telepon dan komputer serta Jaringan Perantara.   Pada awal mula penelusuran terpasang, sebelum ada internet, pencari informasi harus mengakses langsung ke Vendor/Host atau penyedia layanan jasa penelusuran terpasang seperti DIALOG, ORBIT, MEDLARS, dan sebagainya. Biaya yang diperlukan sangat mahal karena dihitung per detik, ditambah biaya penyambungan internasional.  Kini pemakai bisa lebih mudah mengakses ke pangkalan-pangkalan data tsb. karena  adanya Internet. Pemakai tidak lagi dibebani biaya penyambungan telepon internasional, tetapi dengan biaya lokal.

Dengan menggunakan sarana-sarana elektronis pekerjaan melayani pemakai untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkannya menjadi lebih cepat. Oleh karena itu pustakawan atau spesialis informasi harus mau meningkatkan diri belajar  menggunakan sarana sarana tsb. dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, atau belajar mandiri. Dengan cara ini pustakawan akan dihargai setara dengan ahli-ahli lain.

Semoga bermanfaat ya teman-teman…..

Senin, 28 Mei 2012

Penelusuran Informasi



 
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. 

Sebuah informasi dikatakan baik apabila informasi tersebut disampaikan secara akurat, tepat waktu, dan relevan. Informasi yang akurat berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya, tidak bias atau menyesatkan karena penyampaian yang tidak benar sehingga dapat merubah atau merusak informasi tersebut. Informasi yang disampaikan ke penerima juga harus tepat pada waktunya, tidak boleh terlambat. Informasi yang usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan pengambilan keputusan. Sebuah informasi yang disampaikan harus relevan atau mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap orang berbeda-beda. Informasi kenaikan harga pupuk urea sangat relevan untuk para petani daripada pelajar, sebaliknya informasi laporan skripsi S1 harus dimasukkan dalam e-jurnal tidak akan relewan untuk para petani, lebih relevan untuk kaum pelajar.

Informasi sangat penting di perpustakaan. Informasi mempunyai peranan penting dalam pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan sepanjang masa. Pada saat ini semua tindakan yang dilakukan masyarakat harus dilandasi berdasarkan data dan fakta agar berhasil guna dan berdaya guna. Perpusatakaan merupakan tempat  menyimpan informasi dan penyedia jasa informasi dalam bentuk layanan perpustakaan. 

Yang dimaksud penelusuran informasi adalah kegiatan menelusur kembali seluruh atau sebagian informasi yang pernah ditulis atau diterbitkan melalui sarana temu kembali informasi yang tersedia. Sedangkan strategi penelusuran adalah penelusuran yang dilakukan secara sistematis , yang meliputi cara-cara bagaimana menggunakan kata kunci (key word), frase, subjek dokumen, menggunakan logika Boolean serta fasilitas-fasilitas penelusuran lain yang tersedia pada masing-masing search engine.  

Berdasarkan jenisnya, terdapat dua jenis penelusuran informasi yaitu penelusuran informasi secara konvensional dan digital. Penelusuran informasi konvensional dilakukan dengan cara-cara manual seperti menggunakan kartu catalog, kamus, ensiklopedi, bibliografi, indeks, dan sebagainya. Sedangkan penelusuran informasi secara digital dilakukan dengan melalui media digital seperti melalui OPAC, search engine di internet, database online, dan informasi lain yang tersedia secara elektronik atau digital.

Dalam melakukan penelusuran informasi tidak selamanya berjalan lancar. Ada bebarapa kendala/ hambatan dalam menelusur informasi. Beberapa sumber informasi yang didapat harus perlu dievaluasi, dikarenakan tidak semua sumber informasi akurat dan sesuai dengan kebutuhan. Sumber informasi yang ditelusur secara digital sumbernya tidak terorganisir seperti di perpustakaan, sehingga informasi yang tersampaikan terkadang akan berubah makna dan akan menimbulkan suatu permasalahan.

Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam penelusuran informasi, kita harus jeli mengevaluasi setiap hasil pencarian tersebut. Kriteria evaluasi sumber informasi tersebut meliputi otoritas, isi, navigasi, dan kemutakhirannya. Perhatikan apakah penulisnya/ sumbernya jelas dapat dipercaya, tujuan dan sasaran penggunanya tepat, cakupan topiknya jelas, tata letak halamannya baik dan mudah dibaca, apakah tersedia hyperlink ke halaman lain atau topik tertentu, apakah informasi tersebut selalu direvisi. Apabila informasi yang kita dapatkan tidak sesuai dengan kriteria evaluasi tersebut, sebaiknya informasi tersebut tidak digunakan untuk mengambil suatu keputusan karena informasi yang tidak akurat dapat merubah atau merusak isi informasi yang disampaikan.

           
           

Minggu, 27 Mei 2012

Layanan Pemakai Perpustakaan



Layanan Pemakai Perpustakaan
Senin, 28 Mei 2012

Oleh: Palupi Marasiwi

Definisi Pelayanan Pemakai
Salah satu kegiatan utama perpustakaan adalah melaksanakan kegiatan pelayanan pemakai yang berupa layanan bahan pustaka dan menyebarluaskan informasi yang dimiliki oleh perpustakaan tersebut. Melalui pelayanan perpustakaan tersebut pengguna akan memperoleh informasi secara optimal serta memanfaatkan berbagai sarana penelusuran yang tersedia, seperti katalog dan OPAC (Online Public Access Cataloging).
Layanan pemakai merupakan media penting bagi para pengelola perpustakaan untuk memberikan kemudahan kepada pemakai dalam memperoleh informasi yang mereka inginkan dan butuhkan. Layanan yang baik merupakan asset penting dalam dunia pelayanan perpustakaan. Pelayanan pemakai memiliki konsep bahwa dengan mengerti dan memenuhi kebutuhan pemakai maka perpustakaan dapat meningkatkan kualitas layanannya, meningkatkan permintaan layanan dan membangun reputasi yang pada akhirnya akan membantu membangun kelanggengan pemakai dan merupakan sumbangan besar bagi penyelenggaraan berbagai program perpustakaan.
Layanan pemakai merupakan suatu filsafat yang lebih dari sekedar “client-responsiveness” maupu “client-focus”. Client focus biasanya hanya dikaitkan dengan bimbingan dan layanan perpustakaan konvensional yang hanya menyediakan bahan pustaka agar dibaca pemakai perpustakaan. Sementara itu client-responsiveness berarti lebih memberikan layanan saat diperlukan oleh pemakai. Layanan pemakai seharusnya member jangkauan yang cukup luas dan mencakup segala sesuatu yang terjadi di dalam dan sekitar perpustakaan mulai dari cara staff menyambut pemakai yang datang ke perpustakaan, sampai suasana dan tata ruang bagian depan pelayanan perpustakaan, sampai cara staff menangani permintaan dan kebutuhan informasi dan keluhan atas pelayanan yang kurang baik.
Layanan pemakai juga dapat diartikan memberikan bantuan kepada pemakai guna meningkatkan kepuasan mereka terhadap pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan. Hal ini didasarkan pada perhatian yang terus menerus terhadap pemakai dan pada desain layanan. Layanan pemakai juga berarti staff menaruh perhatian terhadap keputusan dan keinginan pemakai dan pemakai berhak dihormati oleh staff.
Salah satu kegiatan utama perpustakaan adalah melaksanakan kegiatan pelayanan pengguna yang berupa layanan bahan pustaka dan menyebarluaskan informasi yang dimiliki oleh perpustakaan tersebut. Melalui pelayanan perpustakaan tersebut pengguna akan memperoleh informasi secara optimal serta memanfaatkan berbagai sarana penelusuran yang tersedia, seperti katalog dan OPAC (Online Public Access Cataloging).
Tujuan Pelayanan Pemakai
            Pelayanan pemakai merupakan bagian penting dalam suatu perpustakaan. Menurut pendapat Lasa, H.S ( 1994: 2 ), tujuan pelayanan pengguna adalah:
a.       Supaya mereka mampu memanfaatkan koleksi tersebut semaksimal mungkin.
b.      Mudah diketahui siapa yang meminjam koleksi tertentu, dimana alamatnya serta kapan koleksi itu harus kembali. Dengan demikian apabila koleksi itu diperlukan peminat lain, akan segera dapat diketahui alamat peminjam dan dinantikan pada waktu pengembalian.
c.       Terjamin pengembalian peminjam dalam waktu yang jelas. Dengan demikian keamanan bahan pustaka akan terjamin.
d.      Diperoleh data kegiatan perpustakaan terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan koleksi.
e.       Apabila terjadi pelanggaran akan diketahui.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pelayanan pemakai adalah untuk memberikan pelayanan kepada pengguna perpustakaan dalam hal mendayagunakan semua fasilitas yang tersedia di perpustakaan. Fasilitas yang dimaksud adalah semua koleksi yang dimiliki perpustakaan dan tenaga kerja dari staf perpustakaan untuk memperoleh informasi yang dicari.
Fungsi Pelayanan Pemakai
            Dalam buku Pedoman Perguruan Tinggi Depdikbud (2004: 3), menyatakan bahwa perputakaan adalah sebagai tempat mengumpulkan, melestarikan, mengolah, menyediakan, pemanfaatan menyebarluaskan informasi.
Fungsi pelayanan pemakai adalah membantu pemakai perpustakaan atau pemustaka untuk menemukan informasi atau sumber informasi yang dibutuhkan oleh pemakai perpustakaan.
Jenis Pelayanan Pemakai
            Layanan pemakai perpustakaan dibagi menjadi dua, meliputi:
1.      Jasa Layanan Inti.
a.       Pelayanan sirkulasi
Layanan ini memberikan kepada pemustaka untuk meminjam bahan perpustakaan untuk dibawa ke luar perpustakaan. Proses pelayanan sirkulasi meliputi kegiatan sebagai berikut:
-          Peminjaman
-          Pengembalian
-          Perpanjangan
-          Mencatat pemesanan
-          Penagihan
-          Pemberian sanksi
-          Memberikan keterangan bebas pinjam
b.      Layanan referensi
Pada umumnya pelayanan referansi banyak terdapat diperpustakaan perpustakaan yang dapat memberikan penjelasan informasi dalam hal tertentu. Tujuan pelayanan referensi yang di kemukakan oleh Lasa, H.S (1994: 34) sebagai berikut:
a.       Membimbing pengguna jasa perpustakaan agar dapat memanfaatkan semaksimal mungkin koleksi yang dimiliki suatu perpustakaan. Mereka diharapkan mampu dalam menggunakan sumber informasi tersebut.
b.      Memilih sumber rujukan yang lebih tepat untuk menjawab pertanyaan dalam bidang tertentu.
c.       Memberikan pengarahan kepada pengguna untuk memperluas wawasan mereka dalam suatu topik, subjek, karena penjelasan suatu masalah diberikan oleh beberapa sumber dengan gaya yang berbeda.
d.      Mendaya gunakan sumber rujukan semaksimal mungkin dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
e.       Terciptanya efisiensi tenaga, biaya, dan waktu .

2.      Jasa Layanan Pelengkap
Layanan ini merupakan layanan yang diberikan kepada pemakai sebagai pelengkap fungsi perpustakaan agar pemakai merasa puas dan nyaman dalam memanfaatkan perpustakaan. Layanan ini meliputi:
a.       Informasi
b.      Konsultasi
c.       Order taking (permintaan pemakai)
d.      Hospitality (layanan jasa yang berkaitan dengan fasilitas peprustakaan)
e.       Care taking (keamanan)
f.       Exeptions (pujian ataupun complaint yang menyangkut tentang kepuasan pemakai dan berhubungan dengan kesulitan-kesulitan atau masalah-masalah yang timbul pada staff perpustakaan.
g.      Billing (laporan/ data keuangan)
h.      Pembayaran (pembayaran yang menyangkut pemakai)
Secara singkat dapat dikatakan bahwa layanan perpustakaan yang berkualitas merupakan suatu keharusan dalam memberikan layanan kepada pemustaka/ pengguna perpustakaan. Dengan layanan yang berkualitas dan memuaskan pemakai, perpustakaan akan dapat meningkatkan perpsepsi positif terhadap perpustakaan dan menjaga atau meningkatkan daya pakai perpustakaan.

Minggu, 29 April 2012

Tergeserkah peran pustakawan oleh search engine?



Pustakawan merupakan profesi yang bergerak dalam bidang informasi, tugas sebagai seorang pustakawan adalah mengumpulkan, menelusuri dan menyajikan informasi yang akan di gunakan pengguna perpustakaan. begitu pula dengan search engine, tugas dari search engine juga mengumpulkan, menelusuri dan menyajikan informasi. Tetapi Search engine lebih unggul dalam pencarian informasi karena menggunakan mesin yang memiliki keunggulan dalam pencarian informasi. dan pustakawan hanya menggunakan cara manual dan mungkin harus memerlukan bantuan search engine.
di sinilah yang akan menimbulkan pertanyaan? akankah pustakawan tergeser oleh search engine???

Menurut saya:
Keberadaan search engine tidak akan menggeser pustakawan karena referensi yang di sajikan dari internet tidak semuanya bisa di pertanggung jawabkan. pemakai perpustakaan masih tetap akan mencari bantuan pustakawan untuk menemukan referensi bahan pustaka. adanya search engine justru akan membantu kinerja pustakawan. pustakawan yang mengerti iptek akan memanfaatkan teknologi ini.

Posted by: Palupi Marasiwi (D1810072)

Jumat, 27 April 2012

Resensi film The Librarian Return to King Solomon's Mines




Title                             : The Librarian Return to King Solomon's Mines
Release                       : 28/07/2011
Genre                          : Adventure
Director(s)                  : Jonathan Frakes
Producer(s)                 : Michael S.Murphey, Noah Wyle
Main cast(s)                : - Noah Wyle
   -  Gabrielle Anwar
Sinopsis                       : Setelah mendapatkan Tengkorak Kristal di Utah, Flynn Carsen menerima sebuah peta berisikan lokasi rahasia tambang Raja Solomon. Ketika peta itu dicuri, Judson menjelaskan kekuatan Kunci buku Solomon dan menugaskan Flynn mengambil kembali peta tersebut. Peta itu tak berguna tanpa potongan kunci untuk membukanya, yang terletak di Volubilis dekat reruntuhan Roma di Moroko. Flynn menuju Casablanca dimana dia dikejar oleh tentara bayaran yang dipimpin Jendral Samir, yang juga mengincar lokasi tambang tersebut. Flynn bergabung dengan Profesor Emily Davenport dan melarikan diri dari Jendral Samir dan pasukannya. Ketika dalam perjalanan ke Gedi, mereka menyelamatkan Jomo dari kematian dan bersama mereka menghadapi petualangan berbahaya Afrika.
Pendapat saya: Perpustakaan yang baik dalam era teknologi komunikasi adalah perpustakaan yang mampu menyediakan pelayanan berbasis teknologi kepada pengunjung agar pengunjung bisa dapat lebih cepat dan mudah dalam mengakses informasi dalam perpustakaan tersebut.
Pustakawan dalam perpustakaan juga harus memiliki ketrampilan yang beragam agar dapat mengikuti perkembangan jaman yang menglobalisasi ini.
 Posted by: Palupi Marasiwi (D1810072)