Tampilkan postingan dengan label Royyan Alfiyanto (D1810084). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Royyan Alfiyanto (D1810084). Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juni 2012

My Experience: Semalam di Tawangmangu




sekitar pukul 19.30 aku menghidupkan mesin motor di depan rumah, bersama teman ku berangkat menuju wilayah dengan wisata yang menjadi komoditi ekonominya. Tawangmangu merupakan kecamatan di kabupaten Karanganyar di sebuah  kota yang bernama Surakarta. Tawangmangu sudah menjadi icon wisata karanganyar dikarenakan juga kondisi geografis Tawangmangu yang memiliki banyak keindahan alam yang luar biasa.
setelah sampai di Tawangmangu, udara dingin terasa menembus jaketku. seakan menggelitik pori-pori kulit yang membuat bulu kudukku berdiri karena kedinginan. kami berhenti di sebuah hick kalau kata orang solo bilang, tapi di jogja lebih di kenal angkringan. di sana kami memesan dua teh hangat untuk menghangatkan tubuh walau tak berpengaruh banyak tapi lumayan hangat. suasana hick yang ramai dan selingi musik rock’n roll sangat mendukung nama dari warung hick ini, hick mas bro namanya, keren bukan? tak kusangka sangat mengasyikkan nongkrong di warung hick tersebut. jiwa muda yang kelelahan seperti kembali kejati dirinya yang berapi-api.
setelah selesai menyantap makanan dan minuman di warung hick mas bro, kami pulang ke rumah temanku. di sana masih tetap sama, dinginlah yang kurasa. tangan dan kakiku hanya bisa bersembunyi di bawah meja yang hangat. ku buka laptop dan ku mulai kerjakan semua tugas-tugas yang membuat ku penat selama berminggu-minggu. sambil sesekali kulihat televisi yang menayangkan acara sinetron lucu. tak kusangka aku akan menonton sinetron seperti ini, yah... walau aku tidak terlalu suka sinetron tapi hanya itu yang bisa ku tonton karena aku tak tau mana remot tvnya, sungguh lucu...tertawaku di dalam hati.
waktu menunjukkan jam 1 dini hari, perut mulai berteriak kelaparan. kami pergi keluar untuk mencari makan. di pasar tawangmangulah kami mendatangi soto yang terkenal enak di daerah tersebut  tapi aku lupa namanya. di sana kami menunggu soto yang kami pesan sambil menonton pertandingan sepakbola. ya...EURO memang sudah memasuki babak qualifikasi group akhir, saat itu pertandingan antara inggris vs ukraina. temanku hanya bisa berteriak karena dia menaruh taruhan untuk inggris. sambil ngantuk mata ini tidak bisa meninggalkan pertandingan yang seru tapi jelek tersebut. kenapa kubilang jelek karena inggris bermain sangat buruk pada saat itu.
selesai makan kami kembali pulang dengan membawa rasa kenyang di perut. setelah kembali ke rumah udara dingin tak berhenti menyerang kami. saat itu kusadari aku telah tertidur. ku buka mata ini dan ternyata sudah pagi, kembali kulanjutkan aktivitas yang melelahkan di pagi harinya. sungguh pengalaman yang sangat luar biasa di Tawangmangu, rasanya tak ingin ku meninggalkan tempat itu.   

posted by Royyan A D1810084

Minggu, 03 Juni 2012

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KOLEKSI


Pembinaan dan pengembangan koleksi adalah serangkaian proses atau kegiatan yang bertujuan mempertemukan pemakai dengan rekaman informasi dalam unit informasi yang meliputi berbagai kegiatan antara lain: perumusan kebijakan atau planning, pemilihan atau seleksi, pengadaan evaluasi terhadap tingkat pemanfaatan koleksi yang dimiliki masyarakat , penyiangan atau weeding atau deseleksi. Atau juga dapat diartikan suatu proses kegiatan membangun koleksi perpustakaan secara sistematis untuk kepentingan pendidikan, pengajaran dan rekreasi.
Ruang lingkup kegiatannya meliputi:

1 .        Kebijakan pengembangan koleksi atau planning
Merupakan rumusan yang dituangkan dalam tulisan sebagai alat atau sarana untuk mengarahkan segala aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan, pendanaan, pemilihan dan pengadaan bahan pustaka yang menjadi dasar atau petunjuk dalam pengembangan koleksi. Kebijakan pengembangan koleksi tertulis berfungsi sebagai pedoman, sarana komunikasi dan perencanaan dalam pengembangan koleksi.

2      Seleksi
Sebagai cara, tindakan atau proses memilih. Kegiatan untuk mengidentifikasi rekaman informasi yang akan ditambahkan pada koleksi yang sudah ada di perpustakaan.
Prinsip seleksi :
ü  Pandangan tradisional = menentukan koleksi berdasarkan nilai instrinsik (kualitas atau mutu) apabila bahan pustaka tidak bermutu, tidak akan dipilih. Dan ini didasari prinsip bahwa perpustakaan merupakan tempat untuk mencerdaskan masyarakat
ü  Pandangan liberal = berdasarkan popularitas, kualitas tetap diperhatikan, tetapi lebih mengutamakan pemilihan karena banyak yang menyukai dan banyak di baca.
ü  Pandangan pluralistik = mencari keseimbangan dan keselarasan dari dua pandangan di atas.

3      Pengadaan atau aquisition
Proses mengadakan bahan pustaka, baik cetak maupun non cetak, dengan cara pembelian, hadiah, tukar menukar atau dengan cv lain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

     Stock opname
Stock opname adalah kegiatan penghitungan kembali koleksi yang dimiliki perpustakaan agar diketahui profil koleksi, jajaran katalog yang tersusun rapi serta dapat mencerminkan keadaan koleksi untuk tujuan peningkatan pelayanan kepada pengguna

5     Weeding atau penyiangan atau deseleksi
Upaya mengeluarkan koleksi dari susunan rak karena tidak diminati. Merupakan salah satu bagian penting dalam kegiatan perpustakaan apabila tidak menginginkan koleksinya hanya merupakan tumpukan materi yang pernah diterbitkan. Selain itu weeding juga merupakan upaya mengeluarkan atau menarik kembali bahan pustaka dari rak atau jajaran bahan pustaka karena secara periodik bahan pustaka sudah tidak memiliki nilai guna pengguna perpustakaan.

Posted by Royyan Alfiyanto D1810084

PUSTAKAWANKU IDOLAKU



Berwajah rupawan dan menarik, sikapnya juga sopan dan ramah mungkin itu yang dibutuhkan untuk menjadi pustakawan. Tetapi bukan hanya itu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pustakawan. Pustakawan merupakan profesi pengelola perpustakaan yaitu dimana seorang pustakawan berperan sebagai orang yang mengelola dan mengatur perpustakaan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan perpustakaan. Seperti: Pengadaan bahan pustaka, sirkulasi, pemrosesan buku, dll. Selain itu juga pelayanan terhadap pengunjung juga termasuk dalam tugas seorang pustakawan.

Pustakawan zaman sekarang ini bukan hanya berkecimpung dalam konteks perpustakaan saja atau yang lebih dikenal secara umum seorang pustakawan hanya mengurusi tentang buku saja atau hanya berperan sebagai penjaga perpustakaan yang hanya berkata ssttt... saat pengunjung perpustakaan ramai. Tetapi pada sekarang ini pustakawan harus dituntut lebih berwawasan luas dan juga memiliki banyak ketrampilan. Hal tersebut dikarenakan era informasi yang makin berkembang. Yang artinya informasi merupakan kebutuhan yang perlu dan  hampir menjadi kebutuhan pokok pada masa sekarang ini. Sebab itulah pustakawan pada masa ini harus berwawasan luas dan memiliki kemampuan dalam menelusur informasi dengan baik. Dengan demikian pustakawan dapat menjaga eksistensinya dalam bidang penelusuran informasi dan tidak tergeser dengan adanya search engine.

Untuk itu bagaimanakah kriteria pustakawan yang baik dan modern, diantaranya seperti dibawah ini:
Ø  Cerdas
Cerdas yang dimaksud yaitu pustakawan harus benar-benar cerdas dalam menempatkan diri pada tempatnya sehingga dia tetap rendah hati walaupun memiliki pengetahuan yang luas
Ø  Memiliki banyak ketrampilan
Seorang pustakawan juga harus memiliki banyak ketrampilan terutama dalam bidang teknologi, dikarenakan sistem informasi pada masa ini berbasis teknologi sehingga akan lebih mudah jika seorang pustakawan memiliki keahlian dalam bidang teknologi.
Ø  Berwawasan luas
Artinya pustakawan harus banyak memiliki wawasan agar memudahkan dalam penelusuran informasi
Ø  Memiliki pelayanan prima
Memiliki pelayanan prima berarti mereka memberikan pelayanan yang memuaskan pada pengunjung perpustakaan agar nama peprustakaan tetap terjaga kualitasnya dalam bidang jasa.
Ø  Good looking
Memiliki penampilan yang rapi dan enak dipandang merupakan salah satu kriteria agar pustakawan tersebut terbantu dalam memberikan pelayanan prima
Ø  Mencintai pekerjaannya
Inilah kriteria yang paling penting yaitu mencintai pekerjaannya, apabila seorang pustakawan tidak mencintai pekerjaannya maka pekerjaan yang dijalankannya tidak akan sepenuh hati dilaksanakannya dengan demikian pekerjaan yang dihasilkan akan kurang maskimal.

Jadi pustakawan seperti apakah anda???

 Posted by Royyan Alfiyanto D1810084

Minggu, 27 Mei 2012

My Android



Pada era informatika dan teknologi yang sudah maju ini pasti kebutuhan dan pengetahuan kita tentang gadget atau alat elektronik semakin bertambah. Tidak hanya menjadi sebuah tren saja tetapi juga sebagai kebutuhan akan adanya alat yang membantu kita dalam mendapatkan atau menelusur informasi secara lengkap dan cepat. Sekarang ini teknologi berbasis informasi telah banyak seperti laptop, HP, netbook atau yang sedang ngetren yaitu tablet PC. semua alat-alat tersebut dapat kita gunakan dalam menelusur dan mendapatkan informasi.

jika berbicara tentang gadget pasti tidak terlepas pada sistem operasi, tampilan ataupun kecanggihan fitur-fitur yang ada pada gadget tersebut. salah satu sistem operasi yang sedang ngetren yaitu Android. Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC,Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler. Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

Adapun versi Android yang telah diluncurkan hingga sampai saat ini:

Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search(pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

Android versi 1.5 (Cupcake)

Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.

Android versi 1.6 (Donut)

Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech(tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

Android versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.

Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps - aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.

Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)

Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.
Android versi 2.3 (Gingerbread)

Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.

Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)

Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom. Perangkat tablet dengan platform Android 3.0 akan segera hadir di Indonesia. Perangkat tersebut bernama Eee Pad Transformer produksi dari Asus. Rencana masuk pasar Indonesia pada Mei 2011.
Android versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich)

Diumumkan pada tanggal 19 Oktober 2011, membawa fitur Honeycomb untuk smartphone dan menambahkan fitur baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan wajah, jaringan data pemantauan penggunaan dan kontrol, terpadu kontak jaringan sosial, perangkat tambahan fotografi, mencari email secara offline, dan berbagi informasi dengan menggunakan NFC.

Fitur yang tersedia di Android adalah:
  • Kerangka aplikasi: itu memungkinkan penggunaan dan penghapusan komponen yang tersedia.
  • Dalvik mesin virtual: mesin virtual dioptimalkan untuk perangkat mobile.
  • Grafik: grafik di 2D dan grafis 3D berdasarkan pustaka OpenGL.
  • SQLite: untuk penyimpanan data.
  • Mendukung media: audio, video, dan berbagai format gambar (MPEG4, H.264, MP3,AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)
  • GSM, Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (hardware dependent)
  • Kamera, Global Positioning System (GPS), kompas, dan accelerometer (tergantung hardware)
Ulasan:
Android memang mempunyai kelebihan yaitu dalam tampilan dan fitur-fitur yang canggih dan beragam selain itu android juga sangat mudah digunakan dan tidak terlalu rumit sehingga penggunaanya dapat dilakukan oleh orang banyak. fitur-fitur canggih tersebut dapat diperoleh dari Android market yang menyediakan software atau aplikasi yang berbayar maupun gratis. jadi pengguna dapat memperoleh aplikasi dengan mudah dan gratis. Tetapi dari sekian keunggulan sistem Android, android juga memiliki beberapa kelemahan. kelemahan yang paling sering dialami pengguna adalah aplikasi atau sistem operasi yang masih mudah eror dan kadang sering terjadi pada saat penggunaan.

sumber: http://id.wikipedia.org

posted by Royyan Alfiyanto (D1810084)

Sabtu, 26 Mei 2012

Sistem Klasifikasi DDC

          
      Dalam pengaturan sebuah buku perpustakaan pasti diperlukan sebuah sistem pengelompokan agar buku-buku di sebuah perpustakaan dan terkelompok dengan rapi dan mudah dalam melakukan pencarian buku-buku yang di butuhkan. sistem pengelompokan tersebut yaitu salah satunya menggunakan sistem DDC. Walaupun bukan hanya DDC saja sistem penglompokan buku atau klasifikasi, tetapi DDC lah yang paling bisa di andalkan oleh para pustakawan sampai saat ini.      
        Dewey Decimal Classification (DDC) merupakan sistem klasifikasi perpustakaan hasil karya Melvil Dewey (1851-1931). Dewey telah merintis sistem klasifikasi ini ketika ia masih menjadi mahasiswa dan bekerja sebagai pustakawan di Amherst Collage, Massachusetts di sebuah negara bagian Amerika Serikat. Karena tuntutan keadaan, terutama belum adanya sistem guna menata buku-buku yang dimiliki perpustakaan, Dewey berusaha keras menciptakan sistem tersebut. Pada tahun 1876, Dewey dapat menerbitkan edisi pertama dengan judul "Classification and Subject Index for Cataloguing and Arranging The Books and Pamphlets of Library". Edisi pertama ini hanya 42 halaman dan terdiri dari 12 halaman pendahuluan, 12 halaman bagan, dan 18 halaman indeks.
       Pada edisi-edisi selanjutnya, DDC terus mengalami penyempurnaan dengan memasukkan subjek-subjek yang belum tercakup selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini telah terbit Edisi XXII tahun 2003 terdiri dari 4 jilid: Introduction, schedule 000-599, schedule 600-999 dan Index Relatif, setebal lebih dari 3.000 halaman. Di samping edisi lengkap, DDC juga menerbitkan edisi ringkas yang dapat digunakan oleh perpustakaan-perpustakaan yang tidak begitu besar dan bersifat umum. Saat ini, DDC telah diterbitkan dalam bentuk terjemahan dalam berbagai bahasa, termasuk dalam bahasa Indonesia dan sangat dikenal di dunia perpustakaan.
        Memang banyak sistem klasifikasi perpustakaan yang dibuat, tapi tidak ada yang mampu bertahan selama DDC. DDC telah mampu bertahan kurang lebih satu abad sejak diterbitkannya edisi pertama hingga sekarang. Keunggulan sistem klasifikasi ini telah sistematik, universal, fleksibel, lengkap dan siap pakai (enumearated). di samping adanya suatu badan yang mengawasi perkembangannya dan terus mengadakan peninjauan ulang untuk penyempurnaan edisi-edisi selanjutnya. Badan tersebut adalah The Lake Paced Club Education Foundation dan The Library of Congress di Amerika Serikat.
         Di samping keberadaanyan yang enumerated, DDC juga memungkinkan untuk pembentukan notasi yang belum tercantum dalam bagan, baik dengan menggunakan tabel-tabel tambahan maupun mengikuti petunjuk yang ada dalam bagan. Adapun kelemahan DDC ini masih terkesan Amerika centris dan kurang memberi perhatian pada b idang yang tidak ada diluar Amerika dan Eropa Barat seperti bidang agama, manajemen pemerintahan, dan bahasa-bahasa.

sumber:
Suwarno, Wiji.2007.Dasar-dasar ilmu Perpustakaan.Jogjakarta: Ar-Ruzz Media

Posted by Royyan Alfiyanto (D1810084)


Jumat, 25 Mei 2012

TERUNTUKMU IBU


Ibu...
Satu hal yang ku ketahui
Engkau takkan pernah pergi
Terpandang olehku slalu
Raut muka kasih sayangmu

Ibu...
Kau rella terhujani derita untukku
Kau teteskan keringat dan darah hanya untukku
Meski berat Engkau tetap bertahan
Tak mengalah pada keadaan

Ibu...
 Langkah kaki kecil telah kau rubah
Menjadi langkah-langkah kebaikan
Tamparan badai selalu kau tempuh
Demi terwujudnya cita-cita anakmu

Ibu...
Kau adalah hidupku
Kau cahaya yang dari belakang menerangiku
Kau selalu memegangi tanganku
Di saat ku berdiri maupun di saatku terjatuh

Ibu...
Tak pernah terbayangkan olehku bila tanpamu
Kehilanganmu adalah skenario tersedih dalam hidup ini
Aku belum siap bila tanpamu
Jangan dulu pergi 

Posted by Royyan Alfiyanto (D1810084)

Sabtu, 19 Mei 2012

ASYIKNYA MEMBACA



Membaca adalah kegiatan atau proses mengetahui informasi atau cerita dengan mengartikan simbol-simbol atau tulisan yang ada pada sebuah benda, entah itu kertas, batu, pada alat elektronik, dll. Sekarang yang menjadi pertanyaan apakah anda suka membaca?. Pastilah anda bisa membaca semua karena sejak kita kecil pasti kita diajarkan untuk membaca. Bagi orang zaman dahulu membaca bukanlah suatu kewajiban jadi banyak orang tua zaman sekarang mungkin ada yang tidak bisa membaca. Kegiatan membaca sendiri sudah di mulai sejak zaman Nabi dahulu dengan diturunkannya ayat Al-Qur’an yang pertama yang berisi agar Nabi Muhammad bisa belajar membaca. Maka sejak itu kegiatan membaca merupakan hal yang penting sebagai ketrampilan dasar dalam hidup ini.

                Untuk zaman sekarang ini pastilah orang-orang sudah bisa membaca dan menulis. Tetapi mereka ada yang suka sekali membaca dan hanya sekedar membaca agar ingin mengetahui informasi yang diperlukan saja. Orang yang gemar membaca pasti akan membaca banyak sekali buku atau tulisan-tulisan yang menurut dia menarik karena dengan membaca secara tidak sadar pengetahuan kita bertambah dan kosa kata bahasa kita juga bertambah. Dan dengan membaca kita akan mendapatkan ilmu tanpa kita harus menghafalkannya seperti saat kita akan menghadapi ujian.

                Untuk orang yang gemar membaca jelas mereka akan membaca tanpa disuruh oleh orang lain karena hal itu telah menjadi naluri mereka. Tetapi untuk orang yang tidak gemar membaca pasti membaca adalah kegiatan yang membosankan, tidak menarik, kurang bersemangat,dll. Dan mereka hanya akan bertambah pusing karena mereka hanya dihadapkan dengan tulisan-tulisan. Itu memang benar saya tidak memungkirinya, karena dahulu saya bukan orang yang gemar membaca. Tetapi setelah  saya melihat bagaimana orang itu bisa sukses dan berhasil salah satu kuncinya adalah membaca dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Untuk itu saya mencoba membaca buku, novellah yang pertama saya baca. Ternyata membaca novel lebih menyenangkan dan tidak kalah dengan menonton film. Ekspektasi saya dulu membaca novel itu sangat membosankan karena halamannya banyak dan  hanya berisi tulisan-tulisan jarang ada gambarnya. Tetapi setelah itu ekspektasi saya berubah, ternyata membaca merupakan kegiatan yang mengasyikkan.

                Setelah membaca buku pertama yang saya baca, saya seperti ketagihan layaknya orang merokok yang tidak bisa berhenti merokok atau orang yang kecanduan narkoba. Sejak saat itu saya mulai membaca buku-buku yang lain yang menurut saya itu bagus. Membaca memang kegiatan yang mengasyikkan. Jadi bagi anda yang kurang suka membaca, cobalah membaca buku yang anda sukai terlebih dahulu setelah itu baru buku-buku lain. Karena dengan membaca kita bisa mengekspresikan diri kita dengan berbagai bahasa dan kata-kata. Bisa dikatakan kita sedikit demi sedikit membangun bangsa yang gemar membaca dan cerdas. Karena dengan pengetahuan yang banyak kita bisa memajukan bangsa ini.

posted by Royyan Alfiyanto

Jumat, 04 Mei 2012

Hilangkan "bersin" di Perpustakaan!!



Kebersihan merupakan hal penting dalam kehidupan ini agar tubuh tetap sehat dan kita mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. jika tubuh terserang penyakit pasti kita tak bisa melakukan aktivitas dengan baik. di sinilah bagaimana kita menjaga kebersihan itu menentukan kesehatan kita. Jika kita tidak menjaga kebersihan maka kotorlah yang terjadi. seperti sebuah tempat jika tidak sering dibersihkan maka tempat itu akan menjadi kotor, banyak debu penyakit di sana. maka tempat yang baik itu adalah tempat yang bersih, indah dan rapi.

Hal ini juga berkaitan dengan tempat yang bernama perpustakaan, banyak perpustakaan yang memiliki teknologi canggih, pelayanan yang memuaskan, koleksi yang lengkap tapi kebersihan dan kerapiannya kurang. banyak buku yang kotor jarang dibersihkan, debu menumpuk di rak-rak buku dan buku yang usang tidak terawat. Hal ini akan menimbulkan seorang pengunjung tidak nyaman dan tidak sehat. Kenapa hal tersebut menjadi tidak nyaman dan tidak menyehatkan untuk pengunjung perpustakaan???. Alasannya pengunjung pasti mencari buku yang di butuhkan dan membuka-buka buku tersebut padahal buku tadi kotor, dengan demikian pasti debu dan kotoran yang ada dalam buku tersebut akan masuk ke dalam hidung dan menimbulkan bersin-bersin. itulah awal penyakit masuk ke tubuh. belum juga tangan yang menjadi kotor apabila menyentuhnya. 

jadi hilangkan bersin-bersin di perpustakaan itu bermakna, marilah kita sebagai Pustakawan lebih perduli pada hal-hal kecil terlebih dahulu seperti kebersihan perpustakaan, keindahan dan kerapian.Karena itu semua adalah modal awal untuk menuju perpustakaan yang baik dan menyehatkan di masa yang akan datang.  

posted by Royyan Alfiyanto D1810084

Minggu, 29 April 2012

Pustakawan vs Search Engine?? Who is the winner???




Pustakawan adalah sebuah profesi yang menggeluti hal-hal yang berhubungan dengan perpustakaan. Yang mana pekerjaan sebagai pustakawan bertugas untuk membantu pengunjung perpustakaan dalam menemukan buku yang di cari dan melayani pengunjung dengan baik. Seorang pustakawan pasti identik dengan buku, buku dan buku, karena pustakawan bekerja di perpustakaan dan di perpustakaan kebanyakan koleksi berisi buku, terbitan berseri dan informasi yang tercetak. Tetapi pada zaman teknologi seperti sekarang ini, bentuk informasi   yang tersaji bukan hanya dalam bentuk tercetak seperti buku, majalah, jurnal, dll. Pada zaman sekarang ini, di era teknologi informasi sudah di kembangkan dalam penyajiannya yaitu dengan bentuk digital yang dapat di akses melalui alat elektronik seperti komputer, laptop, hp, dll. Maka dari itu di buatlah alat untuk menampung semua informasi dan dapat di lakukan pencarian atau yang sering di kenal dengan search engine.

Search Engine merupakan solusi dalam pencarian informasi yang mudah, cepat dan bisa di akses dimanapun dan kapanpun. Search Engine yang terkenal di antaranya Google, Yahoo, Ask, Bing, dll. disinilah kesamaan antara pustakawan dan search engine, yaitu sama-sama sebagai penyedia informasi. Tetapi dalam faktanya Search Enginelah yang lebih unggul daripada pustakawan yang lebih identik dengan buku dan kuno atau bisa di bilang jadul. Tetapi dalam era yang sekarang ini pustakawan juga telah berkembang dengan membuat data-data digital seperti E-book dan E-jurnal. walaupun demikian penggunaan search engine tetap tidak bisa di hindari oleh pustakawan karena search engine memiliki kelebihan yang khusus daripada pustakawan itu sendiri.

Disinilah akan memunculkan sebuah pertanyaan, Apakah Search Engine akan menggeser peran pustakawan?

Menurut saya, Untuk saat ini peran pustakawan tidak sepenuhnya di geser oleh search engine karena Sebagai seorang pustakawan pasti harus memiliki skill dan pengetahuan yang luas, terutama dalam mengoperasikan sebuah search engine. jadi pustakawan dalam hal ini lebih berperan sebagai find engine daripada search engine. memang pada kenyataannya pustakawan hanya mendapat bagian kecil dalam proses penelusuran informasi dan bagian paling banyak di dapat oleh search engine. hal tersebut di karenakan manusia pada zaman sekarang ini lebih menginginkan sesuatu yang lebih cepat dan canggih jadi search enginelah solusinya. Tetapi tidak semua manusia tergantung pada search engine, ada beberapa yang masih memerlukan bantuan dari buku karena informasi di buku mungkin bisa lebih akurat dan bisa di pertanggung jawabkan sedangkan informasi yang di dapat dari search engine belum tentu semua akurat dan dapat di pertanggung jawabkan karena semua orang dapat menempatkan informasi di dalamnya. dan disinilah peran pustakawan agar bisa mengetahui mana informasi yang akurat dan tidak akurat, yang dapat di pertanggung jawabkan dan tidak. jadi intinya tidak sepenuhnya peran pustakawan tergeser oleh search engine.

Posted by: Royyan Alfiyanto (D1810084)

Jumat, 27 April 2012

RESENSI FILM HEARTBREAK LIBRARY



Sinopsis Heartbreak Library



Cho Eun Su (Eugene/ Yoo Jin) berkerja sebagai seorang pustakawan dan baru aja mengalami patah hati karna diputusin oleh sang pacar yang memilih wanita lain. Hal ini hampir membuatnya kehilangan semangat hidup, ditambah lagi dengan kegiatannya sehari-hari yang membosankan. Dari pagi sampai malam dia hanya melakukan hal yang sama setiap hari alias monoton. Belum lagi di tempat kerjanya Eun Su sering dibuat kesal dengan ulah juniornya yang sok cari perhatian dengannya, yang berakibat membuat moodnya Eun Su jadi tambah parah. Namun semua itu berubah ketika pada suatu hari Eun Su yang sedang bertugas menjaga perpustakaan kedatangan seorang pengunjung misterius yang kemudian membuat masalah dengan menyobek halaman 198 dari setiap  buku yang dia pinjam. Tentu aja Eun Su marah dengan pria tersebut yang diketahui bernama Kim Jun Oh (Lee Dong Wook). Eun Su lalu memberitahu Jun Oh untuk menggunakan fotokopi saja bila cowok itu menginginkan halaman tersebut dan egk perlu lagi merobeknya. Sayangnya Jun Oh dengan polos bilang klo dia tidak tahu tentang hal itu. Dan buku-buku yang telah di robek halamannya oleh Jun Oh akan diperbaiki halaman tetapi tidak jadi di ganti rugi oleh Jun Oh. 

Sejak saat itu Jun Oh kerap datang ke perpustakaan setiap hari. Eun Su yang penasaran pun menawarkan bantuan kepadanya. Ternyata Jun Oh mencari sebuah pesan yang ditinggalkan oleh pacarnya di dalam sebuah buku. Pacarnya hanya memberi petunjuk 'Semua Perasaanku ada di halaman 198' dan itulah alasan Jun Oh mengapa dia selalu merobek halaman 198 disetiap buku yang dia pinjam. Rupanya Jun Oh juga lagi patah hati dan ingin berbaikan kembali dengan sang pacar. Maka dimulailah petualangan Jun Oh untuk menemukan pesan tersebut dan gara-gara hal ini Eun Su pun menjadi dekat dengan Jun Oh. Dengan bantuan Eun Su, mereka akhirnya berhasil mendapatkan alamat rumah pacarnya itu. Tapi di saat yang sama Eun Su mulai menyukai Jun Oh, walaupun tahu di hati cowok itu hanya ada sang kekasih. Tetapi sebenarnya kekasih Jun Oh telah meninggal karena kecelakaan dan Eun Su tidak tahu tentang hal itu. Setelah kepergian pacarnya Jun Oh memang mengalami Depresi yang sangat hebat, tetapi setelah dekat dengan Eun Su, depresi Jun Oh hilang dan keadaan Jun Oh membaik. Dan akhirnya Jun Oh sekarang dekat dengan Eun Su. 

Berikut Trailer film Heartbreak Library 




Pendapat Saya :

      Perpustakaan pada tahun sekarang ini yang sudah memasuki era teknologi informasi, harus memiliki sistem berbasis teknologi. jadi setiap perpustakaan yang berbasis teknologi harus mempunyai alat yang di butuhkan untuk mendukung kegiatan perpustakaan yang berbasis teknologi. Dalam film heartbreak library, perpustakaan di dalamnya juga memiliki sistem berbasis teknologi yang memudahkan dalam kegiatan perpustakaan. Walaupun tidak terlalu canggih, tetapi teknologi yang di gunakan sangat membantu kegiatan perpustakaan terutama dalam kegiatan sirkulasi. Keunggulan dalam perpustakaan di film heartbreak Library adalah kebersihan, kerapian dan keindahan perpustakaanlah yang menurut saya menjadi daya tarik untuk datang ke perpustakaan. walau sistem teknologinya masih sederhana tetapi mampu membantu memperlancar  kegiatan perpustakaan. selain itu koleksi yang ada dalam perpustakaan film tersebut juga keliatan lengkap. 

       Dan untuk pustakawan di dalam film tersebut keliatannya sangat kompeten dalam bidang perpustakaan. hal ini terlihat dari cara kerja pustakawan tersebut yang mencintai pekerjaannya dan melakukannya dengan senang hati. ketrampilan yang di miliki pustakawan dalam film tersebut juga kompeten dengan perpustakaan yang menggunakan teknologi di dalamnya. pustakawan tersebut memiliki keahlian dalam bidang teknologi, karena itu adalah salah satu modal pustakawan dalam memasuki dunia perpustakaan yang berbasis teknologi nantinya. Selain itu pelayanan yang baiklah yang juga diperlukan dalam kegiatan perpustakaan, agar para pengunjung bisa nyaman dengan keadaan perpustakaan dan petugas yang ramah.

Posted by Royyan Alfiyanto (D1810084)